Rabu, 14 April 2021

Manajemen Pengelolaan Organisme Pengganggu Tanaman Terpadu pada Tanaman Nanas

TUGAS MANDIRI
MANAJEMEN ORGANISME PENGGANGGU TANAMAN TERPADU

 


Disusun Oleh :

Ken Aditya Mahadwi

19025010082

Agroteknologi B

 

 

Dosen Pengampu :
Dr.Ir. Sri Wiyatiningsih, MP

 

 

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”
JAWA TIMUR
2021



Tanaman Nanas

(Sumber: Puspito, 2020)

Nanas merupakan tanaman buah berupa semak yang memiliki nama ilmiah Ananas comosus. Nanas berasal dari Brasilia (Amerika Selatan) yang telah di domestikasi disana sebelum masa Colombus. Pada abad ke-16 orang Spanyol membawa nanas ini ke Filipina dan Semenanjung Malaysia, masuk ke Indonesia pada abad ke-15. Di Indonesia pada mulanya hanya sebagai tanaman pekarangan, dan meluas dikebunkan di lahan kering (tegalan) di seluruh wilayah nusantara. Buah nanas kini menjadi salah komoditas tanaman yang banyak dikonsumsi masyarakat. Buah dengan tampilan warna kuning ini memang banyak digemari oleh masyarakat. Selain dikonsumsi dalam bentuk segar, buah nanas dapat diolah menjadi berbagai macam produk seperti jus, selai, sirup dan keripik. Setiap 100 g buah nanas mengandung 80 % – 86,2 % air, 10 g – 18 g gula, 0,5 g -1,6 g asam organik, 0,3 g – 0,6 g mineral, 4,5 mg – 12 mg nitrogen, dan 180 mg protein. Di samping itu, buah nanas juga mengandung semua vitamin yang dibutuhkan tubuh.


Syarat Tumbuh Tanaman Nanas

Tanaman nanas dapat tumbuh dan beradaptasi baik di daerah tropis yang terletak antara 25° Lintang Utara sampai 25° Lintang Selatan dengan ketinggian tempat 100 m – 800 m  dari permukaan laut dan temperatur antara 21°C 27°C. Curah hujan yang dibutuhkan oleh tanaman nanas adalah sebesar 1000 mm – 1500 mm per tahun dan kelembaban udara 70% - 80%. Nanas memerlukan tanah lempung berpasir sampai berpasir, cukup banyak mengandung bahan organik, drainase baik, dan sebaiknya pH di antara 4,5 – 6,5.


Pelaksanaan Pengelolaan Kesehatan Tanaman Nanas

Untuk dapat menghasilkan buah nanas yang sehat dan berkualitas, perlu diperhatikan kesehatannya. Oleh sebab itu, proses budidaya tanaman nanas harus dilakukan secara baik dan benar serta dengan penerapan Pengelolaan Kesehatan Tanaman (PKT). Pengelolaan Kesehatan Tanaman mencangkup seluruh kegiatan dalam budidaya tanaman dari awal hingga akhir.

Perbanyakan Tanaman

Nanas dapat diperbanyak secara konvensional maupun secara in-vitro. Perbanyakan konvensional dilakukan dengan cara generatif maupun vegetatif. Tanaman nanas dapat diperbanyak secara generative dan vegetative, tetapi umumnya dilakukan secara vegetatif karena biji yang dihasilkan sedikit, sulit tumbuh, dan sering terjadi segregasi. Secara vegetatif tanaman nanas dapat diperbanyak dengan menggunakan mahkota (crown), tunas buah (slip), tunas batang (sucker), dan anakan (Sunarjono, 2005).

Pemilihan Bibit

Sebelum ditanam, bibit harus diseleksi terlebih dahulu. Bibit yang terserang penyakit atau tidak sehat harus dibuang. Bibit diklasifikasikan berdasarkan ukuran dan asal bibit. Hal ini dilakukan untuk memudahkan dalam pemeliharaan tanaman, induksi pembungaan (forcing), dan panen.

Persiapan Lahan dan Penanaman

Lahan yang akan ditanami sebaiknya dibersihkan dari batu-batuan, alang-alang, atau tunggul batang dan sebagainya supaya tidak mengganggu sistem perakaran tanaman atau menghambat penyerapan unsur hara. Pola tanam yang digunakan adalah satu baris, dua baris atau tiga baris tanaman per bedeng. Pola tanam yang banyak digunakan adalah pola dua baris tanaman per bedeng. Ukuran bedengan dibuat dengan lebar 1,2 m dan panjang sesuai kondisi lahan, dan jarak antar bedengan 50 – 60 cm. Pada umumnya penanaman nanas dilakukan secara manual dengan menggunakan alat bantu sederhana seperti cangkul. Agar tanaman nanas tidak mudah roboh dan perakarannya dapat mencapai air tanah, maka tanah di sekitar pangkal batang perlu ditekan/dipadatkan, kemudian dilakukan penyiraman sampai tanah lembab dan basah.

Pemeliharaan

Pengairan dilakukan apabila curah hujan tidak mencukupi kebutuhan tanaman. Pengairan sangat diperlukan sampai tanaman berumur 1-2 bulan, dan pada umur selanjutnya tanaman sudah menutupi permukaan tanah. Agar udara tersedia bagi tanaman, lahan pertanaman nanas harus gembur. Penggemburan tanah di sekitar pertanaman dapat dilakukan beberapa kali selama pertumbuhan tanaman nanas. Penggemburan dapat dilakukan bersamaan dengan penyiangan dan diupayakan agar tidak merusak akar tanaman. Penjarangan anakan sebaiknya dilakukan secara teratur, agar dapat dihasilkan buah yang berukuran besar dan mutunya bagus. Penyulaman dilakukan paling lambat satu bulan setelah tanam. Pemupukan pada budidaya nanas dapat dilakukan dua kali yakni pada saat usia tanam mencapai 2-3 bulan dan dilanjutkan dengan tempo 3-4 bulan sekali hingga tanaman berbunga dan berbuah. Pupuk  menggunakan pupuk Urea 100 kg, SP-36 150 kg dan pupuk KCL 100 kg untuk tiap hektar lahan tanam. 

Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Nanas

Pengendalian Hama Tanaman Nanas

Kutu Putih (Dysmicoccus brevipes)






(Sumber: Hadiati, 2008)

        

        Kutu putih Dysmicoccus brevipes (Hemiptera : Pseudococcidae) merupakan hama yang penting pada pertananam nanas di dunia. Kutu putih D. brevipes merupakan penular virus penyebab penyakit layu nanas atau Pineapple Mealybug Wilt Associated Virus (PMWaV) (Mamahit, J. M. E., dkk., 2008). Gejala serangan kutu putih adalah tanaman berhenti tumbuh karena jaringan akar mati dan membusuk. Pengendalian hama kutu putih ini dapat dilakukan dengan memangkas siklus perkembangan hidupnya melalui pergiliran tanaman dengan tanaman bukan inang dan penggunaan bibit nanas yang bebas dari kutu putih.

Thrips (Thrips tabaci)






(Sumber: Swastika, 2019)

         

        Hama thrips memiliki ukuran tubuh yang sangat kecil sekitar 1,5 mm dan berwarna cokelat. Hama inimenghisap cairan daun sehingga daun menjadi mengkerut. Serangan hama thrips juga ditandai adanya bercak berwarna keperak-perakan pada permukaan daun. Serangan yang berat mengakibatkan tanaman nanas tumbuh kerdil (Samadi,2014). Pengendalian hama thrips dapat dilakukan dengan membersihkan gulma atau tanaman yang menjadi inang Thrips seperti lumut dan jamur serta menghindari penanaman yang terus-menerus pada lahan yang sama.

Kumbang (Carpophilus hemipterus)






(Sumber: Nurwijayo, 2020)

        

        Kumbang (Carpophilus hemipterus) , hama ini mempunyai ukuran tubuh kecil berwarna cokelat samapi hitam, kaki dan antenanya berwarna kuning kemerahan. Kumbang ini menyerang semua bagian tanaman nanas, terutama nanas akan mengeluarkan getah. Bagian daging nanas akan membusuk oleh karena mikroorganisme lain (Samadi, 2014). menyerang tanaman nanas yang memiliki luka sehingga menimbulkan gejala bergetah dan busuk. Pengendalian hama ini dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan kebun dan pemberian insektisida bila diperlukan.

Pengendalian Penyakit Tanaman Nanas

Busuk Pangkal





(Sumber: Hadiati, 2008)

        

        Penyakit busuk pangkal disebabkan oleh jamur Ceratocystis, jamur ini hanya dapat mengadakan infeksi melalui luka, baik luka karena pemotongan maupun karena penanganan kasar. Bibit-bibit yang mempunyai bidang potongan yang cukup besar pada pangkalnya, sangat rentan terhadap penyakit, terutama jika banyakhujan (Semangun, 2007). Gejala dari penyakit busuk pangkal adalah pada pangkal bibit nanas terjadi busuk lunak yang berwarna coklat. Pembusukan ini dapat meluas ke atas, ke daun-daun sebelum atau sesudah bibit dipindah ke lapang. Pada daun timbul bercak-bercak putih kekuningan atau garis-garis yang lebar dan pendek. Buah matang yang terinfeksi menjadi busuk, berwarna kuning yang akhirnya berubah menjadi hitam. Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan meletakkan bibit yang akan ditanam secara terbalik selama beberapa hari untuk menyembuhkan bagian yang luka akibat pemotongan, melakukan penanaman pada saat cuaca kering.

Busuk Akar dan Hati






(Sumber: Mandiri, A., 2019)

        

        Penyakit busuk akar dan hati disebabkan oleh jamur Phytophthora spp yang dapat berkembang secara cepat pada kondisi tanah yang basah dan lembab. Penyakit ini akan berkembang dengan baik pada kondisi pertanaman nanas yang drainasenya tidak baik atau tergenang air. Penyebaran patogen dibantu oleh curah hujan yang tinggi. Penyakit ini memberikan kerugian yang lebih besar di tanah yang lebih kering dan lebih panas (Semangun, 2007). Gejala dari penyakit ini adalah tanaman muda menjadi klorosis dengan ujung nekrosis. Daun-daun muda mudah dicabut karena pangkalnya busuk. Bagian daun yang busuk mempunyai batas berwarna coklat. Serangan pada tanaman tua biasanya pada bagian batang yang lunak, yaitu di bagian atas. Pengendalian dapat dilakukan dengan menjaga aerasi dan drainase tanah agar selalu terjaga, melakukan rotasi dengan tanaman yang resisten, dan penanaman vairetas tahan seperti Queen dan Cayenne.

Panen

        Panen biasanya dilakukan 5 bulan setelah pemacuan pembungaan. Pertanaman yang berasal dari anakan dapat dipanen 15 – 18 bulan setelah tanam. Bibit yang berasal dari tunas batang dipanen 18 bulan setelah tanam, dan bibit yang berasal dari mahkota dipanen 24 bulan setelah tanam.Penentuan saat panen yang tepat perlu dilakukan secara cermat. Saat panen yang kurang tepat dapat mempengaruhi kualitas buah. Adapun ciri-ciri buah nanas yang siap dipanen adalah mahkota lebih terbuka, tangkai buah menjadi keriput, mata lebih datar, dan bentuknya lebih bulat, warna kulit pada dasar buah mulai menguning, aroma buah mulai muncul.


DAFTAR PUSTAKA

 

Hadiati, S. 2008. Budidaya nanas. Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika. Solok.

Mamahit, J. M. E., Manuwoto, S., Hidayat, P., & Sobir, S. (2008). Biologi Kutu Putih Dysmicoccus Brevipes Cockerell (Hemiptera: Pseudococcidae) pada Tanaman Nenas dan Kencur. Bul. Littro. 19(2): 164-173.

Mandiri, A. 2019. Busuk Hati dan Busuk akar pada Nanas oleh Phytophthora sp. https://agrokomplekskita.com/busuk-hati-dan-busuk-akar-pada-nanas-oleh-phytophthora-sp/. Diakses tanggal 13 April 2021.

Nurwijayo, W. 2020. Ketahui Hama dan Penyakit Menyerang Buah Nanas beserta Pengendaliannya. https://gdmorganic.com/hama-dan-penyakit-nanas/. Diakses tanggal 13 April 2021.

Puspito, S. 2020. Mengenal Tanaman Nenas dan Manfaatnya. http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/94273/MENGENAL-TANAMAN-NENAS-DAN-MANFAATNYA/. Diakses tanggal 13 April 2021.

Samadi, budi. 2014. Panen Untung dari Budi Daya Nanas Sistem Organik. Penerbit Andi. Yogyakarta. 117 hal.

Semangun, H. 2007. Penyakit-penyakit Hortikultura di Indonesia. Ed ke-2. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Sunarjono, H. 2005. Berkebun 21 Jenis Tanaman Buah. Cetakan Ke-2. Penebar Swadaya. Jakarta.

Swastika, I.W. 2019. Pengendalian Hama Kutu Daun (Thrips Tabaci Lind). http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/85282/PENGENDALIAN-HAMA-KUTU-DAUN-THRIPS-TABACI-LIND/. Diakses tanggal 13 April 2021.

Minggu, 27 Desember 2020

BELA NEGARA


Bela negara merupakan hak dan kewajiban setiap warga negara Republik Indonesia. Bela negara,  biasanya selalu dikaitkan dengan militerisme, seolah-olah kewajiban dan tanggung jawab untuk membela negara hanya terletak pada Tentara Nasional Indonesia. Padahal berdasarkan Pasal 30 UUD 1945, bela negara adalah upaya setiap warga negara untuk mempertahankan Republik Indonesia terhadap ancaman baik dari luar maupun dalam negeri

Dasar hukum undang-undang tentang upaya bela negara yaitu:

  • Pasal 27 ayat (3) UUD 1945 menyatakan bahwa semua waraga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara.
  • Pasal 30 ayat (1) UUD 1945 menyatakan bahwa tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara.

Upaya bela negara adalah sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada negara kesatuan republik indonesia yang berdasarkan pancasila dan uud 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara. Setiap manusia normal secara naluriah pasti akan selalu melindungi, membela, dan mempertahankan apa yang mimiliki dari ganguan orang lain. Lebih-lebih jika sesuatu itu sangat disenangi, sangat penting, dan sangat berharga bagi kalian.

Kesadaran bela negara itu hakikatnya kesediaan berbakti pada negara dan kesediaan berkorban membela negara. Spektrum bela negara itu sangat luas, dari yang paling halus, hingga yang paling keras. Mulai dari hubungan baik sesama warga negara sampai bersama-sama menangkal ancaman nyata musuh bersenjata.Tercakup di dalamnya adalah bersikap dan berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara.Dan Bela Negara merupakan tekad, sikap, perilaku, dan tindakan warga negara dalam menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara, yang dijiwai oleh kecintaan kepada NKRI.

Nilai-nilai yang dikembangkan dalam bela negara adalah cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara. Yakin pada Pancasila sebagai ideologi negara, rela berkorban bagi bangsa dan Negara serta memiliki kemampuan awal bela Negara.Salah satu strategi dalam membangun daya tangkal bangsa untuk menghadapi kompleksitas ancaman ini adalah  melaksanakan revitalisasi pembinaan kesadaran bela negara kepada setiap warga negara. Strategi itu akan terwujud bila ada keterpaduan penyelenggaraan secara lintas sektoral, sebagai wujud tanggung jawab bersama pembinaan SDM untuk mewujudkan keutuhan dan kelangsungan hidup NKRI.

Bangsa Indonesia ingin memiliki peradaban yang unggul dan mulia. Peradaban demikian dapat dicapai apabila masyarakat dan bangsa kita merupakan masyarakat dan bangsa yang baik (good society and nation), damai, adil, sejahtera, dan memiliki semangat bela negara sebagaimana yang telah diwasiatkan oleh para pendiri bangsa ini.

 

PKN

Manajemen Pengelolaan Organisme Pengganggu Tanaman Terpadu pada Tanaman Nanas

TUGAS MANDIRI MANAJEMEN ORGANISME PENGGANGGU TANAMAN TERPADU   Di susun Oleh : Ken Aditya Mahadw i 19025010082 Agroteknologi ...